Ketika mengembara di tweetland saya menemukan status tetangga yang
cukup menggelikan. Kurang lebih berbunyi seperti ini “Gejala idung
mampet namanya sinusitis. Gejala mulut nyinyir namanya situsinis”.
Hahaha, dari sana saya langsung membuka kamus besar bahasa Indonesia
yang menerangkan sinusitis adalah radang pada rongga sekitar hidung,
sedangkan nyinyir kurang lebih berarti mengulang-ulang perintah,
permintaan atau cerewet. Sinis sendiri jika kita kembali ke pernyataan
“gejala mulut nyinyir namanya situsinis” atau orang yang sinis,
diartikan 1. Bersifat mengejek atau menganggap rendah ; 2. Tidak melihat
kebaikan apapun dan meragukan sifat baik yang ada pada sesuatu.
Bahasan
tersebut mengingatkan saya pada kakek bijak bersuara lembut yang sangat
saya sayangi, eyang Ahmad Dahlan Nasution yang selalu menasihati saya
agar jangan mempunyai sifat “under estimate”, merendahkan orang lain,
sekaligus meragukan orang untuk berbuat baik atau benar, alias berburuk
sangka lebih lagi su’udzhon. Su’udzhon diambil dari kata dzhon yang
artinya prasangka, sedangkan su’u dapat diartikan adab/perangai yang
buruk. Jadi su’udzhon berarti prasangka buruk terhadap seseorang atau
sesuatu. Nabi Muhammad SAW, bersabda tentang ini ;
"Jauhilah
olehmu prasangka, sesungguhnya prasangka itu pendusta benar
(sedusta-dusta pembicaraan). Dan janganlah kamu mendengar rahasia orang,
jangan mengintip aib orang, jangan tambah menambahi harga untuk menipu,
jangan saling mendengki, benci-membenci dan jangan pula bermusuhan.
Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara". (HR. Abu Daud dari Abdullah
bin Maslamah).
Itulah larangan terhadap prasangka yang buruk
yang akan lebih jauh lagi menimbulkan fitnah yang menyebabkan kita
berbuat dzholim terhadap orang lain. Ada 7 hal yang Rasul ingatkan dari
petikan hadits di atas ;
1. Jangan berburuk sangka (su'udzhon),
menyangka tanpa bukti dan mengira tanpa diselidiki, tabayun atau
klarifikasi sebab dengan berprasangka buruk dapat mengakibatkan fitnah
lebih jauh lagi permusuhan.
2. Suka mendengar rahasia,
jauhilah rasa untuk ingin mengetahui rahasia orang lain yang tidak baik,
hal ini pun dapat menimbulkan fitnah.
3. Suka mencari-cari dan membicarakan aib orang lain.
4.
Suka menambah-nambah harga dalam jual-beli untuk menipu, curang atau
menawar lebih tinggi dari orang lain sedang ia sendiri tak jadi beli.
5.
Hasad yaitu Saling mendengki, iri hati, tak suka orang lain memperoleh
kenikmatan atau menginginkan kenikmatan itu hilang dari orang tersebut.
6. Cepat marah lambat reda.
7. Saling bermusuhan, tak mau menegur karena adanya suatu kesalahan yang sepele.
Itulah
kiranya hal-hal yang semestinya kita hindari agar tidak menjadi dzholim
terhadap orang lain, juga menimbulkan permusuhan dan keretakan
persaudaraan. Kembali keungkapan “Gejala idung mampet namanya sinusitis.
Gejala mulut nyinyir namanya situsinis”.
Mari saling
mengingatkan, apalagi sinis lebih dahsyat dari su’udzhon. Dia mempunyai
potensi untuk hasad, iri dengki terhadap nikmat seseorang walaupun dia
juga mempunyai nikmat tersebut. Akhirul kalam terima kasih, jazakallah
khairan katsira terhadap siapa saja yang membuat status tersebut. Oleh
karenanya mari kita membuat status-status yang fungsinya mengingatkan
baik diri kita, sahabat lebih jauh lagi saudara-saudara kita baik yang
berada di dunia nyata maupun yang berada di dunia maya.
Tidaklah
lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang
lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Erick Yusuf (pemrakarsa Training iHAQi – Integrated Human Quotient)
http//www.ihaqishop.com – twitter @erickyusuf – erickyusuf@yahoo.com
Sumber : Republika Online