Senin, 10 Maret 2014

'Suksesnya IBF 2014, Bukti Dahsyatnya Alquran"

Islamic Book Fair 2014
Penyelenggaraan Islamic Book Fair (IBF) yang berlangsung sukses dan dihadiri sedikitnya 42 ribu pengunjung setiap hari, menunjukkan bukti dahsyatnya Al-Quran, kitab suci ummat Islam.

Ungkapan tersebut disampaikan Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Afrizal Sinaro, ketika menutup secara resmi acara IBF ke 13 tahun 2014.

Event IBF diselenggarakan di Istana Olahraga (Istora) Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, sejak 28 Februari s/d 9 Maret 2014.

Acara penutupan IBF juga berlangsung meriah dengan membludaknya pengunjung IBF pada Ahad (9/3), dan kedatangan sejumlah penyelenggara IBF 2014.

"Penyelenggaraan IBF ini membuktikan dahsyatnya Al-Quran. Allahu Akbar," tegas Afrizal Sinaro pada Ahad malam (9/3) di panggung utama Istora Senayan.

IKAPI DKI Jakarta, lanjut Afrizal Sinaro, juga akan menyelenggarakan acara Jakarta Book Fair (JBF) pada 23 Mei s/d 1 Juni 2014 serta turut mengundang semua hadirin yang hadir di IBF ini untuk datang ke JBF nanti.

sejumlah tokoh tampak hadir pada acara penutupan IBF. Antara lain Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar; Direktur Utama Bank Nasional Indonesia (BNI) Syariah, Imam Saptono. Tampak pula hadir Pimpinan Al-Quran Learning (AQL) Centre, Ustadz Bachtiar Nasir; serta Tokoh Perbukuan Islam 2013, Muhammad Syafii Antonio.

Wamenag: Rasulullah Bangga dengan IBF

Jika Rasulullah Muhammad SAW masih hidup, tentu Beliau akan bangga dengan umat Islam Indonesia yang mampu menyelenggarakan Islamic Book Fair (IBF) ini meskipun kita berada jauh dari tempat kelahirannya. 

Pendapat ini diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia (RI), Nasaruddin Umar, saat menutup secara resmi perhelatan Islamic Book Fair (IBF) di panggung utama Istana Olahraga (Istora), Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

"Seandainya Rasulullah bisa hadir menyaksikan kita semua, yang dilakukan umatnya dalam IBF, pasti beliau akan merasa sangat terhibur, tersenyum dan merasa bangga," ujar Nasaruddin Umar yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu, semalam.

Meskipun ummat Islam Indonesia saat ini, lanjut Nasaruddin, terpaut jauh dari waktu dan pusat kelahiran Rasulullah SAW, namun alhamdulilah kita mampu membuat prestasi seperti event IBF ini.

Hendaknya umat Islam, papar Nasaruddin, jangan pernah melupakan junjungan Nabi Muhammad SAW, karena hadirnya IBF ini berkat diri beliau.


Dalam penutupan IBF ke 13 di tahun 2014 ini, Wamenag RI pun menyatakan tema IBF terus berlanjut. Jika IBF sebelumnya bertema tentang bagaimana "Membumikan Al-Quran,"
maka saat ini berlanjut dengan bagaimana "Menjadikan Al-Quran sebagai karakter Individu".

"Tidak ada artinya kita membumikan Alquran kalau tidak sanggup melangitkan manusia," tegas Nasaruddin. Dengan berkarakter Alquran, Insya Allah kita menuju langit, mengorbitkan diri kita sendiri.

Dalam beberapa kali rapat panitia IBF di kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, jelas Nasaruddin, ia pun megatakan Kantor Kemenag itu adalah uang rakyat, pajak rakyat.

Jadi, papar Nasaruddin, siapa pun sesungguhnya berhak untuk hadir dan menggunakan fasilitas itu. Even IBF ini diharapkan dapat memperkenalkan penyelenggara IBF dan pimpinan penerbit buku yang notabene anak-anak muda, harapan bangsa, kepada tokoh-tokoh umat Islam.

Sumber : Republika Online, Senin, 10 Maret 2014,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar