Senin, 24 Maret 2014

Al Wala' Wal Bara'

Apakah Al wala’ wal Bara’ itu?.
Aqidah Al Wala’ wal Bara’ adalah penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yang dicintai dan diridhoi Allah, serta apa yg dibenci dan dimurkai Allah.

Wala' adalah kata mashdar dari fi'il "waliya" yang artinya dekat. Yang dimaksud dengan wala' di sini adalah dekat kepada kaum muslimin dengan mencintai mereka, membantu dan menolong mereka atas musuh-musuh mereka dan bertempat tinggal bersama mereka.

Sedangkan Bara' adalah mashdar dari “bara'ah” yang berarti memutus atau memotong. Maksudnya di sini ialah memutus hubungan atau ikatan hati dengan orang-orang kafir, sehingga tidak lagi mencintai mereka, membantu dan menolong mereka serta tidak tinggal bersama mereka.



Para ulama menggunakan dua kata ini, Al Wala’ wal Bara’, dalam masalah akidah atau keyakinan. Hal ini didasarkan pada dalil-dalil Al-Qur’an dan As Sunnah.

Semua dalil, baik dalam Al Qur’an maupun As Sunnah, memaknai kata Al Wala’ dengan kecintaan dan pertolongan atau sikap loyal/setia. Sebagaimana ayat;

 “Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah). Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS. Al Maidah : 55-56)

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang kalau kalian lakukan niscaya kalian akan saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Adapun Al Bara’ adalah kebalikan dari keduanya. Dengan demikian, Al Wala’ secara istilah adalah kecintaan dan sikap loyal kepada Allah SWT, Rasul-Nya, Dinul Islam, dan para pemeluknya dari kalangan kaum muslimin. Al Bara’ adalah membenci segala sesuatu yang ditaati selain Allah SWT, membenci musuh-musuh Allah, yaitu kekafiran berikut seluruh ajarannya, dan membenci para pemeluknya serta menampakkan permusuhan kepada semua musuh-musuh Allah tersebut.

“Sesungguhnya cabang keimanan yang paling pokok adalah kamu mencintai sesuatu karena Allah SWT dan membenci juga karena Allah SWT.” (HR. Ahmad)

Inilah makna Al Wala’ wal Bara’ dalam Islam. Ia merupakan akidah atau keyakinan dalam hati, yang harus tampak wujudnya melalui perbuatan yang dilakukan.

Apabila semakin menguat wujud akidah ini dalam hati, semakin bertambah pula bukti yang menunjukkan hal tersebut pada perbuatan seorang hamba. Sebaliknya, jika akidah ini melemah, akan berkurang pula bukti keberadaannya pada perbuatan seorang hamba.

Selanjutnya, jika akidah ini hilang sama sekali dari hati, hilanglah keimanan secara keseluruhan. Tidak akan tampak wujud keimanan pada perilaku.

Dengan demikian, kecintaan, pertolongan, dan sikap loyal yang merupakan makna Al Wala’, serta kebencian dan pemusuhan yang merupakan makna dari Al Bara’, sangat berkaitan dengan hati.

Sumber : Republika Online




Tidak ada komentar:

Posting Komentar