Jumat, 28 Maret 2014
Halaqah Cinta; Temukan Jodohmu dengan Meneladani Rasul
Seperti halnya rezeki, jodoh pun tidak datang dengan sendirinya. Banyak hal yang harus kamu lakukan untuk bisa mendapatkan jodoh yang sesuai dengan harapan terbaikmu. Mulai dari niat, persiapan ini-itu, hingga mendapatkan petunjuk dari Allah.
Sayangnya, tidak semua hal dan usaha yang sudah dijalankan bisa membuahkan hasil. Terkadang, ada saja kendala yang dapat menghambat keinginan kamu untuk mendapatkan jodoh. Jika sudah demikian, apa yang sebaiknya dilakukan?
Hal itulah yang coba dijabarkan oleh @teladanrasul dalam buku Halaqah Cinta; Follow Your Prophet, Find Your True Love terbitan QultumMedia. Menurut penulis, buku ini merupakan buku pendalaman dari Open Your Heart, Follow Your Prophet yang pembahasannya lebih umum.
Yup, semua tentang cinta dan pernikahan dibahas tuntas di sini. Lantas, mengapa cinta?
“Cinta adalah salah satu hal yang paling mudah untuk dirasakan dan dibahas,” kata @teladarasul saat ditemui secara langsung di kantor redaksi Qultum Media. “Saya kebetulan sudah menikah. Sepengelihatan saya, masih banyak teman-teman yang membutuhkan gambaran tentang cinta dan pernikahan. Untuk menjawab semua itulah buku ini hadir,” lanjutnya.
Persiapan menuju gerbang pernikahan
Seperti ditulis sebelumnya, meski jodoh tidak akan kemana-mana, namun ada hal-hal yang harus tetap dipersiapkan menjelang pernikahan. Begitu pun menurut penulis yang lahir di Aek Loba, Sumatera Utara ini. Menurutnya, niat adalah persiapan utama seseorang yang menikah.
“Walau klise, persiapan pertama adalah niat. Apa motivasi kita untuk menikah. Seperti saya, niat awal saya menikah adalah ingin membahagiakan Ibu yang saat itu baru saja ditinggal Ayah,” katanya.
Bagi penulis yang keseharian biasa disapa Arif ini selagi niatnya ibadah, ia yakin Allah akan melancarkan segala sesuatunya.
Persiapan kedua yang harus dilakukan adalah pemahaman. Menurut Arif, tidak sedikit orang yang menikah berangkatnya dari perasaan. Hal itu memang tidak salah. Namun, kebanyakan tidak diimbangi dari sisi pemahaman tentang pernikahan itu sendiri.
“Sebagai contoh, doa saat pertama ingin menyentuh ubun-ubun sang istri. Itu hal sederhana yang sebenarnya butuh pemahaman,” ungkapnya.
Dan, ketiga, persiapan yang terkait dengan hal-hal teknis, baik materi dan sebagainya.
Pernikahan dan restu orangtua
Pernikahan dan restu orangtua merupakan dua hal yang tak bisa terpisahkan. Namun tak jarang, apa yang menjadi pilihan anak bukanlah pilihan yang sejalan dengan harapan orangtua. Lantas, bagaimana sebaiknya anak menyikapi permasalahan seperti ini?
“Jangan berada di titik ekstrim dan mau berdiskusi!” begitu kata pria lulusan ITB Bandung ini.
Ya, pada dasarnya semua persoalan ada jalan keluarnya. Begitu pun perihal restu orangtua. Jika kamu memiliki dasar yang kuat untuk mempertahankan calonmu, sampaikan saja kepada orangtuamu. Yang perlu diingat, orangtua pasti juga memiliki pendapat sendiri. Dan, ada baiknya kamu pun tidak menutup diri dengan pendapat itu.
“Kalau memang belum ketemu juga jalannya, kita harus punya keyakinan bahwa jodoh itu nggak akan tertukar. Tinggal bagaimana caranya kita menjemput jodoh itu sesuai dengan yang dituntunkan oleh Allah dan Rasul. Perkara berapa lama jodoh itu akan datang, semua menjadi rahasia Allah dan usaha kita dalam menjemputnya. Kalau pun orangtua tetap tidak setuju, mengalah adalah pilihan terbaik. Setelah itu kita ikhtiar lagi. Siapa tahu, memang yang lain yang dipersiapkan untuk kita,” kata penggagas Teladan Rasul ini.
Islam dan pacaran
“Bagaimana kita mau mengenal calon kita jika tidak ada penjajakan sebelumnya?” Mungkin pertanyaan ini sempat terpikirkan olehmu. Dan, kenyataan yang ada saat ini, kebanyakan dari kita menjalankan proses pacaran untuk mengenal pasangan kita. Namun, apakah benar proses pacaran merupakan jalan yang tepat untuk mengenal calon pasangan kita?
Menurut pria kelahiran 29 September 1986 ini, secara spesifik—baik di Hadits maupun Al-Qur’an—memang tidak ada pembahasan tentang pacaran.
“Adanya peluang maksiat dan kejelekan yang yang mengikuti pacaran itu sendiri yang menyebabkan pacaran itu dilarang. Islam sendiri tidak mengenal istilah pacaran,” katanya. “Pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana kita mengetahui latar belakang calon kita ini. Nah, dalam Islam ada yang namanya ta’aruf. Insya Allah, melalui ta’aruf kita bisa memenuhi standar mengenal pasangan kita,” tambahnya.
Harapan dengan hadirnya buku Halaqah Cinta
Halaqah Cinta; Follow Your Prophet, Find Your True Love merupakan karya ketiga yang hasilkan oleh Arif. Sebagai salah satu penulis yang cukup produktif, tentunya ada harapan di balik setiap karya yang ia hasilkan. Seperti halnya buku ini.
Bagi Arif, harapannya buku ini bisa menjadi jawaban terhadap pertanyaan anak muda sekarang.
“Saya kebetulan sering sharing di komunitas. Dan, pembahasan tentang muamalah ini masih sangat jarang. Dalam membuat buku ini pun saya berusaha menulis secara lengkap, mulai dari manfaat pernikahan, tip-tip menjemput pernikahan, hingga apa penyebab seseorang telat menikah. Alhamdulillah, di Twitter pun banyak yang DM. Dan, alhamdulillah juga, buku ini cukup menjawab permasalahan-permasalahan yang ada,” katanya
Sumber : Qultummedia.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar