Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2015

10 Warisan Ilmuan Muslim yang Dilupakan Dunia

Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.


 







Ilmuwan Muslim berhasil memberikan penemuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan penerus saat ini.


Ilmuwan Muslim telah mewariskan sejumlah penemuan mengagumkan yang menjadi dasar peradaban modern masa kini. Sayangnya, kisah tentang kiprah dan penemuan mereka di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kerap terlupakan karena tak diceritakan.
Karenanya, disusunlah buku bertajuk “1001 Penemuan”. Isinya tentang perayaan "yang terlupakan" dari sejarah seribu tahun warisan muslim.

"Ada jurang dalam ilmu pengetahuan kita, seperti katak yang melompat dari zaman renaisans ke Yunani,” kata Ketua Yayasan Sains, Teknologi dan Peradabanyang juga merupakan editor buku Profesor Salim al-Hassani sebagaimana dikutipn dari CNN.

Berikut ini 10 penemuan gemilang ilmuawan Muslim yang menjadi dasar-dasar peradaban modern masa kini:

1. Bedah

Sekitar tahun 1000, dokter terkenal Al Zahrawi mempublikasikan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi yang diterapkan di Eropa. Ia bahkan menjadi referensi medis untuk 500 tahun ke depan.
Di antara banyak penemuannya, Zahrawi menemukan penggunaan benang dari peleburan usus kucing untuk menjahit luka. Ia juga dikabarkan menjadi pelaku operasi caesar pertama.

2. Kopi

Kopi merupakan salah satu minuman terpopuler di dunia Barat di mana ia pertama kali diseduh di Yaman sekitar abad ke-9. Padahal, jauh-jauh hari sebelumnya, minuman kopi dibuat para Sufi untuk tetap terjaga dan menunjukkan ketaatan mereka beribadah di malam hari.
Pada abad ke-13, kopi mencapai Turki. Di abad berikutnya, ia dibawa ke Italia oleh pedagang Venesia. Keberadaannya pun semakin tersebar dan popular.

3. Mesin Terbang

Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang membuat upaya nyata untuk membangun sebuah mesin terbang, dan ia benar-benar terbang. Pada abad ke-9, Firnas mendesain alat bersayap yang  menyerupai kostum burung.
Dalam sidang yang paling terkenal dekat Cordoba di Spanyol, Firnas terbang ke atas untuk beberapa saat, sebelum kemudian jatuh ke tanah.

4. Universitas

Pada 859, seorang putrid muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan universitas di Fez, Maroko. Adiknya Miriam mendirikan sebuah masjid bernama Masjid al-Qarawiyyin yang berdekatan dengan kompleks kampus. Masih beroperasi hampir selama 1.200 tahun.

5. Aljabar

Kata aljabar berasal dari judul risalah terkenal abad ke-9 bernama  "Kitab al-Jabr Wa l-Mugabala" yang diterjemahkan secara kasar sebagai "Buku tentang Penalaran dan Keseimbangan”. Aljabar adalah sistem pemersatu untuk nomor rasional, nomor tidak rasional dan besaran geometris.
Oleh matematikawan yang sama, Al-Khwarizmi, juga yang pertama memperkenalkan konsep membesarkan nomor untuk kekuatan.

6. Optik
Sekitar tahun seribu, Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat obyek dengan cahaya  yang dipantulkan ke mata. Ia menolak teori Euclid dan Ptolemy yang menyebut cahaya dipancarkan dari mata itu sendiri. Fisikawan Muslim besar ini juga menemukan fenomena kamera obscura, yang menjelaskan bagaimana mata melihat gambar tegak karena sambungan antara saraf optik dan otak.

7. Musik

Musisi Muslim memiliki dampak besar pada Eropa. Di antara banyak instrumen yang tiba di Eropa melalui Timur Tengah adalah lute dan Rahab, nenek moyang biola. Skala musik modern juga dikatakan berasal dari alfabet Arab.

8. Sikat Gigi

Menurut Hassani, Nabi Muhammad mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama di sekitar 600. Menggunakan ranting dari pohon siwak, dia membersihkan gigi dan menyegarkan napas. Zat mirip dengan Meswak digunakan dalam pasta gigi modern.

9. Engkol

Banyak dari dasar-dasar mekanisasi modern yang pertama kali dimasukkan untuk digunakan dalam dunia Islam, termasuk sistem engkol yang mengubah gerakan berputar menjadi gerakan linier. Engkol juga memungkinkan manusia mengangkat benda berat dengan relatif mudah.
Teknologi ini, ditemukan oleh Al-Jazari pada abad ke-12 dan lantas meledak di seluruh dunia. Penemuan ini kemudian menjadi asal usul mesin pembakaran internal sepeda.

10. Rumah Sakit

Pusat medis pertama berasal dari abad ke 9 di Mesir. Ia adalah Rumah Sakit Ahmad ibn Tulun yang didirikan pada 872 di Kairo. Rumah sakit Tulun memberikan perawatan gratis bagi siapa saja yang membutuhkannya .
Kebijakan tersebut didasarkan pada tradisi Muslim untuk merawat semua yang sakit. Dari Kairo, rumah sakit tersebut menyebar ke seluruh dunia Islam.

Sumber : Republika Online

Jumat, 25 Mei 2012

Filosofi Gelap Freemasonry Ateis


Oleh: Harun Yahya *
Freemason Ateis menjadikan "perdamaian, persaudaraan dan kasih sayang di antara umat manusia" sebagai ajaran misi mereka.

Namun konsep-konsep ini, meskipun tampaknya positif pada pandangan pertama, menyimpan permusuhan terhadap agama.

Masonry Ateis telah menjadi salah satu topik utama yang membuat orang penasaran dan bingung. Itu karena kegiatan organisasi ini bersifat rahasia, dus filosofi dan tujuan-tujuan mereka memiliki sejumlah kontroversi.

Dalam pernyataan publik, Freemason Ateis kerap mengobral "cinta kasih sesama manusia, toleransi, persaudaraan universal, cara-cara menggapai pengetahuan dan kebijaksanaan..." secara luas. Sebuah konsep instan yang menarik hati. Walau demikian, Freemasonry Ateis adalah sebuah organisasi gelap dengan fitur-fitur ateis dan bahkan anti-agama.

Aspek paling menarik Freemasonry Ateis adalah konsep-konsep yang mereka sebutkan dalam pernyataan publik dan tuduhan mereka terhadap kaum "beragama" pada intinya tidak memiliki banyak perbedaan. Pada tahap ini, seseorang mungkin akan bertanya, "Kenapa?"

Selasa, 15 Mei 2012

Tanggapan atas buku “Beriman Tanpa Rasa Takut”, Irshad Manji

Oleh: Dina Y. Sulaeman*)
______________________________


Buku ini “Beriman Tanpa Rasa Takut” ditulis dengan sangat personal, dengan kasus-kasus yang dialami sendiri oleh penulisnya. Karena itu, saya pun akan membahasnya secara personal pula. Saya terus-terang membaca buku ini dengan perasaan kasihan. Irshad adalah perempuan malang yang mengalami banyak masalah di sekitarnya—termasuk kekerasan dari ayahnya. Irshad juga –katanya—berinteraksi dengan orang-orang yang terzalimi atas nama Islam.

Alhamdulillah, saya dilahirkan oleh orang tua saya yang penyayang, "padahal" mereka muslim yang taat dan sangat rajin ke masjid. Mereka menyekolahkan saya ke tempat yang jauh dari rumah; saya pun diizinkan ke luar negeri sendirian, tidak seperti keluhan Irshad tentang kekangan bepergian ke luar negeri sendirian bagi perempuan muslim. Mereka tak pernah menyuruh saya –apalagi memaksa—berjibab, namun saya sendiri dengan penuh kesadaran memakai jilbab. Kalau saja Irshad adalah saya, tentu dia tak akan pernah menyebut jilbab sebagai kondom (!) yang membungkus kepalanya.

Ajaibnya, saya menemukan banyak sekali perempuan muslim yang seperti saya! Mereka maju, tercerahkan, berkarir, berjilbab, sebagian pergi ke luar negeri sendirian, punya keluarga bahagia, punya anak-anak yang lucu. Irshad mengambil contoh-contoh komunitas muslim di berbagai negara yang menurutnya sangat menindas perempuan. Sayang sekali Irshad (mungkin) belum pernah ke Iran.

Saya delapan tahun tinggal di Iran, dan ajaibnya, lagi-lagi saya bertemu dengan banyak perempuan yang sangat educated, menyetir mobil sendiri, menjadi profesor atau dokter bedah dengan makalah-makalah yang dimuat di jurnal internasional, dan… luar biasa… mereka berjilbab! Pasti ini kondisi yang tak terbayangkan oleh Irshad. Dalam bayangan di kepalanya, keluarga muslim taat—apalagi perempuannya berjilbab—adalah keluarga-keluarga penuh kekerasan dan penindasan kepada perempuan.

Saya tidak mengabaikan ada banyak kaum muslim yang melakukan kejahatan, sebagaimana pada saat yang sama, banyak juga kaum non muslim yang kejam. Misalnya, Islam memberikan penghargaan tinggi kepada perempuan, namun masih banyak laki-laki muslim yang memperlakukan perempuan tanpa harga, sebagaimana laki-laki non-muslim pun banyak yang merendahkan perempuan.

Saya juga membaca tentang kekotoran politik di negara-negara Arab, namun jangan lupa, kekotoran politik di Barat pun sangat banyak terjadi. Hanya, kemasan pemberitaannya berbeda sehingga terasa lebih elegan dibanding kekotoran politik di negara-negara mayoritas muslim. Padahal, maaf, seperti kentut, keluar darimanapun, sama-sama bau.

Terkait Palestina, Irshad mengeluarkan argumen-argumen kuno yang sudah sangat sering disampaikan oleh para pembela Israel, saya tidak bisa membahasnya di sini karena akan sangat panjang. Tapi ada satu argumen yang baru saya dengar, yaitu berdasarkan tes DNA, orang Yahudi ternyata satu nenek moyang dengan orang Arab. Karena itu, mereka berhak menganggap Palestina sebagai tanah air mereka. Saya ingin mengajukan pertanyaan kepada Irshad, apa justifikasi DNA juga bisa diberikan kepada orang-orang Kanada (yang disanjung-sanjung Irshad) saat mereka datang ke kawasan itu dan membunuhi orang-orang Indian yang lebih dulu bermukim di sana? Tak akan ada yang percaya laki-laki seganteng aktor Kanada, Bruce Greenwood, ternyata bersaudara dengan orang Indian.

Namun, Irshad juga cukup bijaksana dengan menulis kalimat ini, "Memicu perubahan artinya berhenti untuk memahami Al-Quran secara harfiah dan juga tidak memahami multikulturalisme secara harfiah." Saya setuju (dengan sederet catatan) atas kalimat itu. Tapi, lanjutan kalimatnya, "Mengapa khitan terhadap klitoris perempuan yang dipaksakan harus dituruti?" Oh..oh... di Al Quran tidak ada keharusan khitan bagi perempuan. Tolong cek lagi Quran-mu, Irshad. Sayang sekali, kalimat bijaksana Irshad tadi dilanjutkan dengan contoh-contoh dangkal yang sangat kasuistis.

Ah, terlalu banyak waktu yang saya buang untuk membaca keluh-kesah Irshad. Tapi sekali lagi, bila Irshad ada dalam posisi saya, saya yakin, dia akan melihat Islam yang indah dan tak perlu ada ketakutan apapun. Kasihan sekali..(IRIB Indonesia/majalah Azzikra, Juni 2008)

*)Alumnus Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Padjajaran


Sumber : Republika Online