Tampilkan postingan dengan label artikel iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel iptek. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2016

8 Ilmuwan yang Dikejutkan oleh Kebenaran Alquran




Paham filsafat itu baik, yang tak baik adalah menempatkannya di atas segalanya. Seorang filosof adalah dia yang mencari kebenaran, keutuhan, keharmonisan, dan kedamaian dengan caranya. Dengan kelurusannya mereka menemukan resonansi, angka-angka, etika dan estetika yang dengan sendirinya harmonis dengan sifat dan sikapnya. Dengan itu, lahirlah para ilmuwan mengagumkan.

Dalam perkembangannya hingga pada abad ke-19 dan 20, masih banyak ilmuwan Barat yang masih bersusah payah menolak kebenaran adanya tuhan dan agama; menolak risalah Alquran dan Injil. Para ilmuwan kenamaan dunia itu hanya hidup di atas nama ilmu pengetahuan yang mereka anggap serba ilmiah, dan dihasilkan dari sebuah penelitian massif.
Namun, secara tidak sengaja mereka menemukan keajaiban-keajaiban yang tersembunyi, sesuatu yang kemudian membuka mata hati mereka kepada tuhan, maka munculnya teori Big Bang pada 1929 yang membuka mata rantai antara sains dan ketuhanan. Tulisan ini akan mengulas bagaimana para ilmuwan Barat menemukan keajaiban agama, khususnya rasa takjub mereka terhadap Alquran dan Nabi Muhammad SAW.

"Alquran adalah kitab penuh dengan mukjizat, literatur bahasa arab terbaik dan sesuai dengan sains. Mungkin di masa depan zamannya berbeda lagi. Tidak seperti sekarang yang seakan kebenaran selalu diukur dengan sains dan teknologi. Tapi bagaimanapun kondisi masa depan, maka Alquran sebagai firman Tuhan akan membuktikan kebenaran dirinya," begitu kata cendekiawan Muslim, Dr Zakir Naik, ketika ditanya oleh Rahul, seorang Hindu dari India mengenai kitab agama mana yang paling ilmiah.  (Transkripsi video dari Youtube oleh Baitul Maqdis, 2015). 

Uangkapan Zakir Naik tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Qs: Al-Hijr: 9).

Berikut ini adalah 8 Ilmuwan yang dibuat kagum oleh Islam :

1. Prof. Yoshihide Kozai
2. Dr. TVN Persaud
3. Prof. E. Marshall Johnson
4. Prof. Keith L. Moore
5. Prof Dr. Maurice Bucaille
6. Jacques Yves Costeau
7. Profesor William Brown
8. Albert Einstein

8 Ilmuwan yang Dikejutkan oleh Kebenaran Alquran



8. Albert Einstein



Banyak yang menganggap Albert Einstein yang lahir dari keluarga Yahudi Jerman adalah seseorang yang tak mengenal agama. Namun, beberapa catatan mensyaratkan ilmuwan besar abad 20 dan penemu teori relativitas itu dekat dengan agama.

Melalui surat yang ditujukan kepada temannya, Guy H. Raner Jr. pada Juli 1945 dan September 1949, Einstein menyatakan dengan gamblang terkait pemikirannya tentang Tuhan dan agama. "Dari sudut pandang seorang ateis, itu selalu menyesatkan ketika menggunakan konsep anthropomorphical dalam menangani hal terluar dari lingkungan manusia. Analogi yang kekanak-kanakan," bunyi petikan surat Einstein kepada Raner.

Einstein, dalam makalah terakhirnya 'Die Erklarung' (Deklarasi) yang ditulis pada tahun 1954 di Amerika Serikat dalam bahasa Jerman menelaah teori relativitas dalam ayat-ayat Alquran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib dalam kitab Nahjul Balaghah.

Einstein menyebut penjelasan Imam Ali tentang mimpi perjalanan Mi’raj jasmani Nabi Muhammad ke langit dan alam malaikat yang hanya dilakukan dalam beberapa detik sebagai penjelasan paling bernilai.

Einstain juga disebut pernah menyurati ulama Iran, Ayatollah Al Udzma Sayid Hossein Boroujerdi, terkait pandangannya terhadap Islam dan menyatakan ketertarikan terhadap konsep ajaran agama yang dibawa nabi Muhammad SAW. Hal itu dilaporkan Radio Israel pada Maret 2014.
Laporan tersebut mengutip video dari Ketua Majelis Ahli Iran, Ayatollah Mahadavi Kani. Ia menjelaskan ketika Einstein mendengar tentang peristiwa kenaikan Nabi Muhammad, sebuah proses yang lebih cepat daripada kecepatan cahaya, dia menyadari hal ini merupakan gerakan relativitas yang sama dengan apa yang Einstein telah pahami.

"Einstein berkata, 'ketika saya mendengar tentang kisah Nabi Muhammad dan tentang Ahlul Bait (keluarga nabi), saya menyadari mereka mengerti hal ini jauh sebelum kita," kata Kani, mengutip perkataan Einstein.

Namun tidak ada satu bukti autentik yang menyatakan Einstein menerima Islam.

Sumber : Republika online, Rabu, 11 Mei 2016

8 Ilmuwan yang Dikejutkan oleh Kebenaran Alquran



7. Profesor William Brown



Dia adalah seorang pendidik dan pemimpin di Carnegie Mellon University, di mana dia adalah seorang profesor ilmu biologi. Brown adalah anggota dari komunitas Carnegie Mellon sejak tahun 1973, ketika ia bergabung dengan fakultas sebagai asisten profesor ilmu biologi di Mellon College of Science (MCS).

Pada 1981, terbit Journal of Plant Molecular Biologies yang mengungkapkan hasil penelitian sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat yang dipimpin Profesor William Brown. Itu tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara itu berulang lebih dari 1.000 kali tiap detiknya. Tim berhasil merekam suara itu menggunakan alat perekam canggih.

Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.

Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris, di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.

Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.

Peniliti muslim mengatakan bahwa temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum Muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. "Bertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, dan bumi (juga), dan segala yang ada di dalamnya. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun, lagi Maha Pengampun." (QS Isra: 44).

Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William.

"Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain," kata William beberapa hari setelah mendapatkan terjemahan Alquran.

8 Ilmuwan yang Dikejutkan oleh Kebenaran Alquran



6. Jacques Yves Costeau



Dia adalah seorang ahli Oceanografer dan penyelam terkemuka dari Perancis pada era 90-an.

Pada suatu hari, ia melakukan eksplorasi di bawah laut dan tiba-tiba menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya. Air itu tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya sehingga seolah-olah ada dinding membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya.

Profesor tersebut lalu membeberkan ayat Alquran surat Ar-Rahman ayat 19-20, yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing."

Kemudian surat Al-Furqan ayat 53: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."

Terpesonalah Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Dia mengakui kebenaran Alquran yang berisi firman Allah.

8 Ilmuwan yang Dikejutkan oleh Kebenaran Alquran



5. Prof Dr. Maurice Bucaille



Dia adalah seorang ahli bedah berkebangsaan Perancis. Ia menjadi terkenal karena menulis buku tentang Islam, Alquran dan ilmu pengetahuan modern.

Berawal pada 1975, ketika Prancis menawari bantuan kepada Mesir untuk meneliti mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian tersebut.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk dijadikan mumi agar awet.
Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal telah dikeluarkan dari laut. Bucaille pun mengeluarkan laporan akhir yang diyakininya sebagai penemuan baru dengan judul 'Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern', judul aslinya; 'Les Momies des Pharaons et la Midecine'.

Saat menyiapkan laporan akhirnya itu, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille bahwa kaum Muslimin telah lama berbicara tentang tenggelamnya mumi ini. Dia mengacukannya, tapi cukup membuatnya penasaran. Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Dari sini, terjadilah diskusi antara dia dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa AS, perbuatan yang dilakukan Firaun dan pengejarannya terhadap Musa hingga dia tenggelam. Kemudian bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.
Dia pun disugukan dengan sebuah ayat yang mencengangkan. "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS Yunus: 92).

Bucaille tersentuh hingga ia berdiri di hadapan orang-orang yang hadir. "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman pada Alquran